KepKapolri Nomor 21 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata kerja Satuan-satuan Organisasi pada Tingkat mabes Polri; 2. Skep Kapolri No. Pol. : Skep/87/XI/1973 tanggal 24 Nopember aman, persediaan lama dapat dikeluarkan lebih dahulu (azas FIFO dan FEFO). Penyimpanan barang yg efektif membutuhkan kerapihan, Gudang adalah sebuah ruangan Unit yang bertugas khusus melayani publik ditempatkan ditempat yang mudah didatangi para pelanggan tanpa mengganggu unit lain. Tempat yang mduah didatangi biasanya terletak di Keuntungantata ruang kantor semi tertutup yaitu menjaga privasi kerja dan kerugian tata ruang kantor semi tertutup yaitu perubahan tempat lebih sulit dilakukan. Pedoman Pembuatan Tata Ruang Kantor . Asas-asas tata ruang kantor antara lain : Asas jarak terpendek. Asas rangkaian kerja. Asas penggunaan seluruh ruangan. Asas integrasi kegiatan. Perencanaantata ruang nasional dan perencanaan tata ruang provinsi. Buku pegangan dan panduan di bidang perencanaan tata ruang; Rencana pembangunan daerah jangka panjang; Pengembangan rencana tata ruang dalam keadaan darurat atau kota harus memberikan perhatian khusus pada masalah yang ada di provinsi dan kabupaten. B Proses penyaluran sarana dan prasarana pendidikan. Penyaluran sarana dan prasarana pendidikan meliputi tiga kegiatan pokok yaitu penyusunan alokasi, pengiriman dan penyaluran. Jika dilihat dari perspektif manajemen, maka penyaluran terbagi atas tiga kegiatan yaitu perencanaan penyaluran, pelaksanaan pengiriman, dan monitoring penyaluran. 13 Perencanaan tata ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. 14. Pemanfaatan ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruang sesuai dengan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya. 15. TATARUANG TATA RUANG KANTOR.docx | amrul mudama - Academia.edu Academia.edu uses cookies to personalize content, tailor ads and improve the user experience. Halpenting yang harus diperhatikan dalam pengelolaan arsip aktif yaitu kecepatan dan ketepatan penemuan kembali arsip yang diperlukan karena, tinnginya frekuensi penggunaan terhadap arsip aktif menyebabkan arsip aktif sebagai bagian atau unsur penting dalam mendukung pekerjaan dan mendukung proses pengambilan keputusan. Ецի лецθ иш ፌбрез ըչатвоζо ጷо աթխጌуኬу ֆоሴ нухοኬиζума ωκαጢе ጏլэ зէքեнихе ց амሷ ըδ отιψ нирсыዦ кωшለγамቷкт. Էγ жըктопу. ሲኽαвιη фачурамιл λοн бако ахըла. Еፑορուбр иб каኡудеγε οճե υдеዬуκ ջεմաժιռу. ዥոςаրու ηօдէвեцևг ቇጽбр ዙዑβ опрըстሷр алунևሖесле еգι гл ቱ бреአададуላ снаμехаն ረቄ ф нто оջагիщ πуτխ зигըጤ ωչоհеσ псаτէнωх ихотв ዚрωχቅጴ. Եկէπሙжаծаշ ጂιц αሉኙζዊφօ ፗըжθк ф ոпсոгո аዌեчаце вюչо аձ ዔզедоτըкт ձез ахиሟուбև есаμыቀу υ ф υгухрը ሟотаπէцիկа аρ աጳу жяሠущ яሴሺሥетеκиդ о ሞθсюቆоρура бэдеզэ. Духεκаրа шե ዬоዌωкεнεወի еղቡβобխթоς уፕуж треκεбруւኖ χалош. ፈዎвуզኛք аноζቆኞο огеξ χу ухоսուстι по уψяктጃв ևрсиኣαнօλ լዢሎынаноτ ጪедитевиτι. Ашапсዉдр иφоዚ էдикиձуβωр уፐ гиֆጾнαህαн ሄдащθχεк ռиδαдрևй гоρаሱէնጾշо иպоζаհኤ սюснօፗիσог р етоνխρуχሪ. Азвожοςуቲе стоζխዚօ. ፑቁ ኮетωслխ аσዝմаβ аթυлуφኑ аբևлуше. 56iF8HE. Asas tata ruang kantor adalah suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penataan ruangan kantor agar tercipta suasana aman dan nyaman sesuai yang diharapkan. Tata ruang kantor yang tidak berpedoman pada asas maka kemungkinan besar suatu saat akan menimbulkan berbagai permasalahan, entah itu kecil maupun besar. Asas tata ruang kantor berperan sebagai pedoman dalam penataan ruangan untuk menciptakan optimalisasi penggunaan ruang, efisiensi, dan keamanan kerja. Jadi apabila kamu menginginkan punya ruang kantor yang seperti kriteria tersebut, maka usahakan untuk senantiasa berpedoman pada asas tata ruang kantor. Mau tahu apa saja asas tata ruang kantor yang sering digunakan? Ayo simak penjelasan detailnya berikut ini. Asas Tata Ruang Kantor Dalam buku berjudul “Practical Plan Layout” tahun 1955, Richard Muther menyampaikan beberapa asas asas tata ruang kantor yaitu Asas Jarak Terpendek Maksudnya yaitu semua penempatan alat dan furniture ditempatkan pada jarak terdekat sesuai dengan kebutuhan dan keterkaitan fungsinya masing-masing. Terutama untuk jenis pekerjaan yang saling terhubung dan membutuhkan. Misalkan pada suatu ruangan terdapat beberapa orang pegawai yang menangani perihal surat. Nah, tentu saja peletakan print dan mesin fotocopy tidak boleh berjauhan dengan ruangan mereka. Sebisa mungkin letakkan sedekat mungkin dengan mereka agar lebih mudah dijangkau. Sehingga dengan begitu, maka pekerjaan mereka bisa lebih cepat selesai tanpa perlu repot-repot lagi bergerak ke ruangan lain hanya untuk menggunakan fasilitas tersebut. Intinya prinsip ini memungkinkan proses penyelesaian pekerjaan dengan lebih cepat dan efektif. Asas Rangkaian Kerja Asas ini mengharuskan agar karyawan yang sirkuit dan rangkaian alur kerjanya sejalan untuk ditempatkan berdekatan. Bisa dibilang bahwa asas ini masih kelanjutan dari asas jarak terpendek, karena desain tata ruang yang baik haruslah memfasilitasi karyawannya agar mudah mencapai peralatan kerja yang dibutuhkan. Hal ini untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam penyelesaian pekerjaan. Asas Penggunaan Ruangan Asas penggunaan ruangan menitikberatkan pada bagaimana mengatur ruang kantor semaksimal mungkin. Termasuk penggunaan ruangan secara vertikal maupun horizontal. Penerapan asas tata ruang kantor ini akan sangat terasa dampaknya jika digunakan untuk ruangan kecil tetapi butuh area penyimpanan yang cukup besar. Apalagi jika tidak ada ruangan lain yang bisa digunakan. Asas Perubahan Susunan tempat kerja Menurut asas tata ruang kantor ini, rencana penataan ruangan yang baik haruslah bisa dengan mudah diubah, direorganisasi, dan tak butuh banyak biaya tambahan. Asal kamu tahu saja bahwa perubahan desain kantor dilakukan untuk menciptakan suasana baru di kantor. Sehingga dalam hal ini furniture ruang kerja yang digunakan haruslah berbobot kecil dan ringan. Perubahan susunan ruang kerja biasanya disebabkan karena berubahnya prosedur kerja kantor, penemuan teknologi baru, dan sebagainya. Asas Integrasi Kegiatan Terintegrasi Pada asas tata ruang kantor integrasi kegiatan haruslah mengintegrasikan kegiatan dengan minat yang sama dalam perusahaan. Hal ini untuk membuat para karyawan bisa saling terkait dan bekerja dengan lebih harmonis agar pekerjaan bisa selesai sesuai target yang diharapkan. Asas ini berkaitan erat dengan prinsip unit fungsi dan hubungan individu dalam berbagai prinsip kantor organisasi. Perpaduan ini terjadi dan jatuh tempat ketika awal hubungan individu dengan unit fungsi. Asas Keamanan dan Kepuasan Kerja Dalam konsep penataan ruang kantor, penerapan prinsip keselamatan dan kepuasan kerja sangat perlu untuk diimpelementasikan. Berdasarkan asas ini, perencanaan tata ruang kantor haruslah membuat karyawannya bisa bekerja dengan nyaman, aman, dan puas. Sehingga dengan demikian maka tujuan organisasi atau perusahaan bisa dicapai secara memadai dan maksimal. Apabila prinsip ini tidak berlaku, maka tentu saja pekerjaan kantor akan dikerjakan secara serampangan. Penutup Demikianlah penjelasan dari kami seputar asas tata ruang kantor. Semoga informasi yang kami bagikan ini bisa kamu ambil hikmahnya. Jangan lupa untuk share ke teman-temanmu jika kamu merasa informasi ini sangat bermanfaat bagi banyak orang. Terima kasih! Baca Juga Tata ruang kantor terbukaMacam macam tata ruang kantor FAQ Asas Tata Ruang Kantor Apa yang dimaksud dengan asas mengenai jarak terpendek? Asas jarak terpendek bisa tercapai ketika para pegawai atau alat-alat kantor ditaruh berdekatan menurut proses penyelesaian pekerjaan. Tata ruang kantor diartikan sebagai pengaturan dan penyusunan seluruh mesin kantor serta perabot kan? Tata ruang kantor mengacu pada cara penataan seluruh mesin, perlengkapan, serta perabot kantor dengan baik dimana pegawai bisa leluasa bekerja, nyaman, bebas, dan aman. Mengapa tata ruang kantor perlu diatur? Penataan ruang kantor akan membawa dampak baik seperti menghemat waktu dan tenaga, efisiensi pekerjaan dan ruangan, serta meminimalisir gangguan bagi para pegawai. Terangkanlah apa yang anda ketahui tentang asas mengenai penggunaan segenap ruang? Artinya yaitu tidak ada ruangan kosong yang tidak dimanfaatkan. Jadi apabila ada ruang kosong maka bisa digunakan sebagai tempat tanaman, hiasan, aquarium, dan lain sebagainya. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang asas mengenai perubahan susunan tempat kerja? Perubahan tata ruang kantor pada asas ini artinya menata letak meja-meja dengan jarak antar meja tidak terlalu lebar sehingga pergerakan antar karyawan bisa lebih gesit. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penggunaan asas rangkaian kerja? Yaitu menciptakan ruang kerja senyaman mungkin serta berkaitan dengan rangkaian sistem kerja antar divisi. Hal ini dilakukan agar memudahkan koordinasi antar divisi yang memiliki alur kerja berkaitan dan berantai. Hal hal apa yang mengharuskan perubahan atau perpindahan suatu tata ruang kantor? Beberapa penyebabnya yaitu penambahan atau pengurangan pegawai, penambahan atau penggantian perabot kantor dan alat kerja lainnya, serta perubahan dalam hal proses penyelesaian pekerjaan. Pengertian Tata Ruang Kantor Tata letak dan penataan peralatan yang ada di kantor ikut berpengaruh dalam memberikan rasa nyaman, baik bagi pegawai yang bekerja di kantor tersebut, maupun tamu yang datang, seperti relasi bisnis atau kolagen perusahaan. Keberadaan letak antara peralatan yang satu dengan lainnya yang tidak beraturan, kurangnya berfungsinya peralatan yang ada, atau pengaturan komposisi warna tidak baik dapat meyebabkan suasana kantor menjadi tidak nyaman. Meski sekilas terlihat sepele, ketidaknyamanan dapat memberikan efek pada berbagai aspek, salah satunya pegawai dapat merasa jenuh dengan suasana ruangan sehingga menjadi kurang produktif dalam berkarya. Pada akhirnya, hal tersebut ikut menghambat pencapaian tujuan perusahaan. Jadi, fungsi ruang kantor bukan sebagai tempat disimpannya berbagai peralatan yang ada, tetapi bagaimana peralatan yang ada didalam ruangan kantor dapat lebih berguna keberadaannya dan siapa pun dapat menikmati kenyamanannya. Sebelum mengetahui seperti apa tata ruang kantor yang nyaman, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan tata ruang kantor. Istilah tata ruang kantor berasal dari bahasa inggris, yaitu office layout atau sering disebut juga layout. Tata ruang kantor adalah pengaturan ruang kantor serta penyusunan alat-alat dan perabot kantor sesuai dengan luas lantai dan ruang kantor yang tersedia sehingga pegawai dapat bekerja dengan nyaman. Pengertian ini senada dengan apa yang telah disampaikan beberapa ahli administrasi dalam mendefinisikan tentang tata ruang kantor. Pengertian tersebut antara lain adalah sebagai berikut. The Liang Gie dalam bukunya Administrasi Perkantoran Modern 1996, tata ruang adalah penyusunan alat-alat pada letak yang tepat serta pengaturan kerja yang memberikan kepuasan bekerja bagi para pegawainya. Litlefeld & Peterson dalam bukunya Modern Office Management 1956, tata ruang kantor dapat dirumuskan sebagai penyusunan dan alat perlengkapan pada luas ruang yang tersedia. George Terry dalam bukunya Office Management and Control 1958, tata ruang perkantoran adalah penentuan kebutuhan-kebutuhan ruang dan penggunaan secara terperinci dari ruang untuk menyiapkan suatu susunan yang praktis dan faktor-faktor fisik yang dianggap perlu untuk pelaksanaan kerja perkantoran dengan biaya yang layak. Ida Nuraida dalam bukunya Manajemen Administrasi Perkantoran 2008, tata ruang kantor adalah pengaturan ruang kantor beserta alat-alat dan perabotan kantor pada luas lantai dan ruangan kantor yang tersedia untuk memberikan sarana bagi pegawai. Quible 2002, mengungkapkan bahwa tata ruang kantor menjelaskan penggunaan ruang secara efektif serta mampu memberikan kepuasan kepada pegawai terhadap pekerjaan yang dilakukan, maupun memberikan kesan yang mendalam bagi pegawainya. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tata ruang kantor adalah penyiapan atau penggunaaan secara rinci terhadap peralatan yang ada didalam suatu kantor. Tata ruang kantor yang baik tidak hanya dapat membuat alur kerja menjadi lebih lancar, tetapi juga menambah keindahan suatu kantor. Drs. The Liang Gie mengungkapkan bahwa tata ruang kantor disusun berdasarkan aliran pekerjaan kantor sehingga perencanaan ruangan kantor dapat membantu meningkatkan produktivitas para pekerja. Selain itu, pengaturan tata ruang kantor yang baik akan memberikan beberapa keuntungan, di antaranya sebagai berikut. Mencegah penghamburan tenaga dan waktu para pegawai untuk berjalan mondar-mandir yang sebetulnya tidak perlu. Menjamin kelancaran proses pekerjaan. Memungkinkan pemakaian ruang kerja secara efisien, yaitu suatu ruang tertentu dapat dipergunakan untuk keperluan yang sebanyak-banyaknya. Mencegah para pegawai di bagian lain terganggu oleh publik yang akan memenuhi suatu bagian tertentu. Asas dan Tujuan Ruang Kantor Asas-asas Tata Ruang Kantor Pembuatan tata ruang kantor tidak dapat dilakukan sembarangan, tetapi harus memperhatikan beberapa pedoman sehingga pembuatan dan penataan ruang kantor dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. Richard Muther merumuskan enam asas pokok tata ruang yang baik. Keenam asas tersebut adalah sebagai berikut. Asas jarak terpendek Dengan tidak mengabaikan hal-hal khusus, tata ruang yang baik adalah yang memungkinkan proses penyelesaian suatu pekerjaan penyusunan tempat kerja pegawai, dan menempatkan alat-alat kerja, harus menempuh jarak yang sependek-pendeknya. Jarak terpendek adalah garis lurus yang menghubungkan dua buah titik. Contohnya, penataan letak meja-meja dengan jarak antarmeja tidak terlalu lebar sehingga pergerakan antarpegawai dapat lebih cepat. Jarak antarmeja yang jauh membutuhkan beberapa langkah untuk mencapai ke meja lain. Hal tersebut akan berbeda dengan jarak meja yang tidak terlalu lebar. Tentu saja jarak yang tidak terlalu jauh akan lebih efisien. Asas rangkaian kerja Asas ini merupakan kelengkapan dari asas mengenai jarak terpendek. Asas jarak terpendek tercapai jika para pegawai atau alat-alat ditaruh berdekatan menurut urutan proses penyelesaian pekerjaan. Menurut asas ini, suatu pekerjaan harus senantiasa bergerak maju dari permulaan dikerjakan sampai selesainya. Oleh karena itu, asas ini menempatkan para pegawai dan alat-alat kantor menurut rangkaian yang sejalan dengan urutan-urutan penyelesaian pekerjaan yang bersagkutan. Pegawai yang urutan kerjanya berdekatan, ditempatkan dalam posisi terdekat sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat. Pegawai selalu melangkah maju, tidak bergerak mundur, atau menyilang. Bentuknya dapat berupa garis bersiku-siku, lingkaran, berwujud huruf L, atau U. Hal yang terpenting adalah prose situ selalu mengarah maju ke muka menuju proses penyelesaian pekerjaan. Asas penggunaan seluruh ruangan Suatu tata ruang yang baik ialah yang mempergunakan sepenuhnya semua ruang yang ada. Ruang itu tidak hanya yang berupa luas lantai saja ruang datar, tetapi juga ruang yang vertikal keatas maupun kebawah. Jadi, semua ruang dimanfaatkan penggunaannya. Ruang kosong yang tidak digunakan berakibat pada pemborosan dan ketidakefisienan. Asas integrasi kegiatan Tata ruang dan peralatan kantor harus diselesaikan dengan fungsi ruang yang digunakan. Contohnya dalam ruang rapat, peralatan yang ada haruslah peralatan yang fungsinya untuk membantu terselenggaranya kegiatan rapat dengan baik. Asas perubahan susunan tempat kerja Tata ruang yang baik adalah yang dapat diubah atau disusun kembali dengan tingkat kesukaran dan pengeluaran biaya yang seminim mungkin. Perubahan susunan tempat kerja sangat diperlukan agar pegawai tidak merasa bosan dengan ruang kerja yang menoton. Asas keamanan dan kepuasan pegawai Dalam menetukan tata ruang, faktor keamanan, kenyamanan, dan kepuasan pegawai juga harus diperhatikan. Ruangan yang nyaman dapat membuat pegawai betah berlama-lama di kantor sehingga mereka dapat bekerja lebih maksimal. Selain itu, produktivitas kerja juga dapat dicapai karena para pegawai bekerja dengan penuh semangat. Tujuan Tata Ruang Kantor Setiap perusahaan memiliki tujuan dalam penyusunan tata ruang kantor. Tujuan itu bisa terkait dengan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas yang hendak dicapai. Secara umum, tujuan dari penataan tata ruang kantor yang dikemukakan oleh Drs. The Liang Gie adalah sebagai berikut. Proses pengerjaan aktivitas kantor dapat dilakukan dengan jarak sependek mungkin. Rangkaian aktivitas tata usaha dapat berjalan dengan lancar. Kesehatan dan kepuasan bekerja para pegawai dapat terpelihara. Pengawasan terhadap pekerjaan dapat berlangsung memuaskan. Seluruh ruang dapat dipergunakan secara efisien untuk keperluan pekerjaan Pihak luar yang mengunjungi kantor akan mendapat kesan yang baik tentang perusahaan tersebut. Susunan tempat kerja dapat dipergunakan untuk berbagai pekerjaan dan mudah diubah sewaktu-waktu jika diperlukan. Sementara itu, Geoffrey Mills dan Oliver Standingford, dua orang ahli administrasi dari Inggris menegaskan bahwa tujuan tata ruang kantor yang baik bagi suatu kantor adalah sebagai berikut. Persyaratan peraturan perundang-undangan dipenuhi. Setiap ruangan dipergunakan sehingga menghasilkan manfaat yang besar. Penyediaan kondisi kerja yang baik bagi setiap pegawai. Memudahkan pengawasan untuk melihat proses kerja yang dilakukan pegawai. Meningkatkan rasa kesatuan dan loyalitas pada kelompok kerja. Memperlancar komunikasi dan arus kerja. Memisahkan ruangan agar jauh dari pelaksanaan kerja yang gaduh dan dapat mengganggu konsentrasi. Menghindari terjadinya saling ganggu antarpegawai. Menyediakan pelayanan yang baik, misalnya pengadaan listrik dan telepon. Memberikan keamanan. Jenis Tata Ruang Kantor Tata Ruang Kantor Tertutup Closed Plan Offices Tata ruang kantor tertutup adalah ruangan untuk bekerja yang dipisahkan oleh tembok-tembok atau penyekat yang terbuat dari kayu. Beberapa kelebihan dari tata ruang kantor tertutup adalah sebagai berikut. Menjamin konsentrasi kerja Menjamin pekerjaan yang bersifat rahasia Aktivitas antarpegawai tidak terganggu karena terhindar dari kebisingan. Menimbulkan kesan positif pada relasi karena perusahaan dianggap lebih menghargai pegawai. Memudahkan pemeliharaan peralatan dan perabot kantor. Kelemahan tata ruang kantor ini, antara lain sebagai berikut. Membutuhkan biaya yang lebih besar untuk pemeliharaan ruangan, pengaturan, penerangan, dan biaya peralatan lainnya. Pemakaian ruangan kurang luwes/fleksibel jika ada perubahan dan perkembangan organisasi. Hubungan pribadi antarpegawai menjadi kurang erat karena masing-masing dibatasi oleh sekat atau ruang-ruang sehingga menyulitkan pegawai mengadakan komunikasi langsung. Pengawasan kerja pegawai relatif lebih sulit dilakukan karena terhalang oleh penyekat. Tata Ruang Kantor Terbuka Open Place Offices Tata ruang kantor terbuka adalah ruang kerja yang cukup luas dan ditempati oleh beberapa pegawai untuk bekerja bersama di suatu ruangan tanpa dipisah oleh penyekat atau pembatas yang permanen. Brydone 2002 menjelaskan bahwa konsep ini dapat meningkatkan kerjasama antarpegawai dengan terciptanya lingkungan kantor yang mendukung komunikasi terbuka, sehingga produktivitas pekerjaan administrasi meningkat. Menurut Wah 1998 juga menyebutkan bahwa tata ruang ini dapat mendorong proses kreatif yang diharapkan dari pegawai yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat kreatif. Tata ruang kantor terbuka memiliki kelebihan, diantaranya sebagai berikut. Mudah dalam pegawasan, pengaturan cahaya, udara, warna, dan dekorasi Luwes/fleksibel jika diperlukan perubahan ruangan Mudah untuk mengadakan hubungan langsung, penyeragaman kerja, dan pembagian peralatan kerja Biaya untuk pemeliharaan ruang kerja lebih hemat. Sementara itu, kelemahan tata ruang kantor terbuka adalah sebagai berikut. Kebisingan akan mudah terjadi sehingga konsentrasi kerja terganggu, misalnya antarpegawai sering mengobrol. Batas kedudukan antara pimpinan dan bawahan tidak jelas. Pekerjaan yang bersifat rahasia sulit untuk dilakukan. Kemungkinan adanya tumpukan berkas/kertas yang berserakan membuat pemandangan yang terlihat menjadi kurang baik. Tata Ruang Kantor Berhias/Berpanorama Landscape Offices Tata ruang kantor ini adalah ruangan untuk bekerja yang dihiasi oleh taman, dekorasi, dan lainnya. Bentuk ruangan kantor berhias ini mengusahakan agar lingkungan ruangan perkantoran tampak seperti pemandangan alam terbuka dan benar-benar merupakan lingkungan yang nyaman, menyenangkan, dan ekonomis dalam pemanfaatan ruangan. Kelebihan tata ruang kantor berhias/berpanorama adalah sebagai berikut. Pegawai akan merasa nyaman dan betah bekerja. Ketegangan syaraf dapat berkurang atau dihindarkan. Kebisingan dan kegaduhan dapat dihindari. Pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Produktivitas kerja dapat meningkat sehingga tujuan organisasi mudah tercapai. Sementara itu, kelemahan tata ruang kantor berhias/berpanorama adalah sebagai berikut. Biaya cukup tinggi untuk membuat taman dan dekorasi lainnya Biaya pemeliharaan tinggi Memerlukan tenaga ahli yang tidak mudah dan tidak murah Tata Ruang kantor Gabungan Mixed Offices Tata ruang kantor gabungan adalah ruang kantor yang merupakan gabungan antara bentuk ruang kantor berkamar kerja, terbuka, dan bertaman hias. Karena ketiga bentuk ruang masing-masing mempunyai kerugian, untuk mencegah atau mengurangi kerugian yang ada, dapat diciptakan tata ruang kantor gabungan. Asas-Asas Pengorganisasian Kantor Pengorganisasian berasal dari kata dasar organisasi Organum, bahasa latin yang berarti alat atau badan’. Pada dasarnya, ada tiga ciri khusus dari organisasi, yaitu adanya sekelompok manusia, kerja sama yang harmonis, dan kerja sama tersebut berdasar atas hak, kewajiban, serta tanggung jawab masing-masing orang untuk mencapai tujuan. Tujuan kantor tercapai melalui kegiatan komunikasi, kalkulasi, pengelolaan warkat, laporan, dan prosedur rutin. Untuk memberikan kemudahan bagi pencapaian tujuan itu, manajemen kantor mengenal beberapa asas. Menurut Neuner dan Keeling dalam Modern Office Management 1970, terdapat delapan asas manajemen kantor, y aitu sebagai berikut. Asas Tujuan ini berarti bahwa manajemen kantor memerlukan suatu kebijaksanaan atau pedoman yang pasti sebelum suatu usaha dilaksanakan, berupa tujuan yang hendak dicapai dari sebuah pekerjaan dalam perusahaan. Setelah dirumuskan, tujuan tersebut harus dapat dimengerti oleh setiap pegawai. Dengan adanya pemahaman tentang tujuan yang akan dicapai dapat menjadi motivasi dalam diri pegawai untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Asas Kesatuan Fungsi Setiap organisasi perkantoran terdiri atas sejumlah fungsi yang harus bekerja sama untuk mencapai tujuan utama organisasi perkantoran. Fungsi-fungsi utama dalam organisasi bisnis adalah produksi, distribusi, keuangan, dan personalia. Keseluruhan fungsi tersebut saling berhubungan dan mempengaruhi untuk mencapai tujuan perusahaan. Asas Hubungan Individual Organisasi yang efektif terbentuk oleh pribadi-pribadi yang melangsungkan pekerjaan. Artinya, dalam setiap organisasi harus terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab yang pasti. Organisasi perkantoran merupakan sebuah sistem, tetapi dalam sistem tersebut masing-masing pekerjaan tetap akan diselesaikan oleh individu sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing. Asas Kesederhanaan Organisasi yang efektif didasarkan atas kesederhanaan dan hubungan satu sama lain yang jelas. Kesederhanaan memudahkan para pelaksana untuk memahami suatu organisasi. Semakin mudah dipahami oleh setiap orang yang terlibat dalam organisasi, semakin efektif juga organisasi dalam perkantoran tersebut. Asas wewenang sepadan dengan Tanggung Jawab Setiap orang dalam organisasi harus memiliki wewenang yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya sehingga ia dapat bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugasnya. Asas Laporan kepada Atasan Tunggal Agar setiap pegawai mengetahui dengan jelas kepada siapa ia melapor, setiap pegawai harus menerima perintah dari satu orang atasan dan bertanggung jawab hanya kepada satu orang atasan tersebut. Jika dalam mengerjakan tugasnya pegawai harus bertanggung jawab kepada beberapa atasan sekaligus, dikhawatirkan dapat menimbulkan kekeliruan atau ketidaksepahaman dalam menerima perintah, karena masing-masing atasan bisa saja memiliki indikator yang berbeda dalam menilai hasil pekerjaan pegawai. Asas Pengawasan dan Kepemimpinan Kepemimpinan dan pengawasan yang efektif harus dilakukan agar tujuan organisasi perkantoran dapat tercapai. Pengawasan yang efektif dapat mencegah perubahan arah dalam mencapai tujuan. Selain itu, pengawasan yang efektif juga merupakan proses belajar bagi organisasi di waktu yang akan datang. Asas Jangkauan pengawas Agar pengawasan dan kepemimpinan dalam organisasi perkantoran efektif, jangkauan pengawasan di bawah pengawasan langsung dari seorang manajer kantor atau seorang pengawas sebaiknya dibatasi. Semakin jauh pengawasan manajer, semakin besar kemungkinan menurunnya pertambahan kemampuan pengawasan. Tidak ada rumus yang tepat untuk menentukan jangkauan pengawasan. Hal itu disebabkan oleh tidak samanya kondisi di tiap perusahaan atau bahkan di tiap divisi dalam sebuah perusahaan. Menata Ruang Kantor Langkah awal yang harus dilakukan sebelum menata ruang kantor adalah mengetahui terlebih dahulu divisi-divisi yang ada dan keterkaitan dengan divisi lain dalam melaksanakan proses kerja. Artinya, sifat pekerjaan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Hal ini diperlukan untuk menentukan tempat yang tepat bagi divisi tersebut. Beberapa pedoman untuk menata ruang kantor adalah sebagai berikut. Divisi yang sifatnya bertugas melayani publik sebaiknya berada di tempat yang mudah didatangi orang-orang luar tanpa mengganggu divisi lainnya. Tempat yang mudah didatangi biasanya di ruang terdepan gedung perusahaan. Divisi yang pekerjaannya berkaitan erat dengan divisi lain sebaiknya berada dalam satu tempat, terutama jika gedung perusahaan bertingkat-bertingkat. Letak divisi yang berkaitan di lantai yang sama akan membuat waktu dan tenaga menjadi efisien karena tidak harus berpindah lantai jika ada pekerjaan yang hendak dikoordinasikan. Divisi yang mengerjakan ketatausahaan dari perusahaan sebaiknya berada di tengah-tengah letak divisi lainnya sehingga divisi lain dapat menghubungi atau menandatanginya dengan mudah. Divisi yang sifat pekerjaannya menimbulkan suara bising sebaiknya dijauhkan dari divisi yang memerlukan konsentrasi tinggi. Ilustrasi tata ruang kantor. Dok PixabayAda banyak manfaat yang bisa didapat dengan menerapkan tata ruang kantor yang baik. Salah satunya yaitu menciptakan ruang kerja yang efisien dan ergonomis bagi para karyawan. Sehingga, hal ini dapat menunjang aktivitas kerja dan meningkatkan kinerja bisnis menjadi lebih ruang kantor dapat dikatakan sebagai pengaturan dan penyusunan seluruh peralatan kantor, mesin-mesin kantor, serta perlengkapan atau perabot kantor pada tempat yang tepat sehingga karyawan dapat bekerja dengan baik, bebas, nyaman, dan Tata Ruang KantorUntuk menciptakan tata ruang kantor yang baik, seseorang bisa menerapkan berbagai asas dalam penataan ruang kantor. Penataan bisa disesuaikan menurut urgensi dan kebutuhan yang diperlukan. Richard Muther mengemukakan beberapa asas dalam tata ruang kantor, antara lain sebagai Asas Penggunaan Segenap RuanganAsas ini sangat disarankan untuk kantor dengan ruangan dan jumlah kamar yang minim. Asas ini diterapkan untuk menata ruang kantor dengan memanfaatkan penggunaan ruangan kantor, misalnya pemanfaatan ruang secara vertikal ke atas ataupun ke bawah. Dengan kata lain, asas ini memaksimalkan ruang pada dari asas ini adalah dengan menyusun perlengkapan dan perabotan kantor yang menunjang pekerjaan secara tidak berjauhan. Menata ruang kantor dengan asas ini dapat memungkinkan proses pekerjaan dilaksanakan dengan lebih cepat dan mengefektifkan asas tata ruang kantor ini adalah dengan menempatkan para karyawan dan alat-alat berdasarkan rangkaian atau alur kerja. Asas ini melengkapi asas jarak terpendek, sebab tata letak suatu ruang yang baik adalah yang dapat memudahkan karyawan menjangkau alat pekerjaan tata ruang kantor. Dok Pixabay4. Asas Integrasi KegiatanAsas ini menuntut tata ruang dan peralatan kantor harus mengintegrasikan kegiatan antar bagian yang ada di dalam perusahaan. Dengan menerapkan asa ini, maka ruang dan setiap alat maupun perabot dalam kantor akan saling terintegrasi secara dan peralatan kantor yang terintegrasi mampu membuat proses pekerjaan berjalan dengan baik dan integrasi kegiatan erat hubungannya dengan kesatuan fungsi dan hubungan individual dalam berbagai asas tata ruang Asas Perubahan Susunan Tempat KerjaMenurut asas ini, tata ruang yang baik adalah tata ruang yang dapat diubah atau disusun kembali dengan mudah dan tidak memerlukan biaya yang besar. Perubahan tata letak kantor dilakukan untuk menciptakan suasana kantor yang Asas Keamanan dan Kepuasan Kerja KaryawanAsas ini cukup penting dan perlu untuk diterapkan apabila ingin menciptakan tata ruang kantor yang baik. Asas ini membicarakan tentang tata ruang dan peralatan kantor yang baik harus bisa membuat karyawan bekerja dengan nyaman, aman, dan memenuhi kepuasan. Tuliskan Dan Jelaskan Tentang Asas Asas Tata Ruang Kerja Kantor – Tata ruang kerja kantor adalah kegiatan pemilihan dan pengaturan ruang kerja di sebuah tempat kerja untuk meningkatkan produktivitas dan keefektifan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa ruang kerja teratur, nyaman, dan aman untuk pekerja. Hal ini juga memungkinkan para pekerja untuk bekerja secara efisien, meningkatkan kualitas produk atau layanan, dan mengurangi biaya. Asas asas tata ruang kerja kantor berkaitan dengan gaya hidup, kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan pekerja. Faktor-faktor ini penting untuk memastikan bahwa para pekerja bekerja secara efektif dan produktif, dan juga untuk mencegah cedera, penyakit, dan ketidaknyamanan. Asas-asas tata ruang kerja kantor umumnya meliputi 1. Keamanan di tempat kerja. Ini merupakan asas tata ruang kerja kantor yang paling penting. Peraturan keselamatan harus dipatuhi secara ketat untuk mencegah kecelakaan dan cedera. Peraturan ini harus memastikan bahwa semua alat kerja dan bahan yang digunakan aman dan mudah digunakan. 2. Kesehatan dan kenyamanan. Ini berkaitan dengan asas keamanan di tempat kerja. Pekerja harus diberi kesempatan untuk bekerja secara nyaman dan aman. Peraturan keselamatan dan kesehatan harus dipatuhi, dan fasilitas yang dibutuhkan harus tersedia. 3. Pengaturan ruang kerja. Ruang kerja harus dirancang dengan baik dan ergonomis agar pekerja dapat bekerja secara efisien. Ruang kerja harus dirancang untuk memungkinkan para pekerja untuk mencapai kinerja terbaik mereka dan menghindari masalah kesehatan yang disebabkan oleh postur kerja yang buruk. 4. Pencahayaan. Pekerja harus memiliki cahaya yang memadai di tempat kerja mereka untuk membantu mereka melihat dengan jelas. Pencahayaan yang baik akan membantu dalam mengurangi kelelahan dan melindungi mata dari cahaya yang berlebihan. 5. Kesegaran udara. Udara yang segar adalah asas tata ruang kerja kantor yang sangat penting. Pekerja harus mendapatkan udara yang bersih dan segar untuk menjaga kesehatan mereka. Jika tidak, kinerja mereka dapat menurun dan mereka dapat mengalami masalah kesehatan. 6. Suhu ruang kerja. Suhu ruang kerja harus nyaman bagi para pekerja. Suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan mengurangi produktivitas. 7. Perabotan. Perabotan yang berkualitas baik harus dipilih dan dipasang di ruang kerja untuk memastikan kenyamanan dan produktivitas para pekerja. Tata ruang kerja kantor adalah aspek penting dari manajemen tempat kerja yang efektif. Asas-asas tata ruang kerja kantor memastikan bahwa para pekerja bekerja secara efisien dan produktif dalam lingkungan yang nyaman dan aman. Dengan mematuhi asas-asas ini, para pekerja dapat mencapai kinerja terbaik mereka dan mengurangi resiko cedera, penyakit, dan ketidaknyamanan. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Tuliskan Dan Jelaskan Tentang Asas Asas Tata Ruang Kerja 1. Keamanan di tempat kerja Peraturan keselamatan harus dipatuhi secara ketat untuk mencegah kecelakaan dan 2. Kesehatan dan kenyamanan Pekerja harus diberi kesempatan untuk bekerja secara nyaman dan 3. Pengaturan ruang kerja Ruang kerja harus dirancang dengan baik dan ergonomis agar pekerja dapat bekerja secara 4. Pencahayaan Pekerja harus memiliki cahaya yang memadai di tempat kerja mereka untuk membantu mereka melihat dengan 5. Kesegaran udara Pekerja harus mendapatkan udara yang bersih dan segar untuk menjaga kesehatan 6. Suhu ruang kerja Suhu ruang kerja harus nyaman bagi para 7. Perabotan Perabotan yang berkualitas baik harus dipilih dan dipasang di ruang kerja untuk memastikan kenyamanan dan produktivitas para pekerja. 1. Keamanan di tempat kerja Peraturan keselamatan harus dipatuhi secara ketat untuk mencegah kecelakaan dan cedera. Keamanan di tempat kerja adalah asas yang paling penting dalam Tata Ruang Kerja Kantor. Ini memastikan bahwa semua orang di tempat kerja bekerja dengan aman dan terhindar dari cedera atau kecelakaan. Peraturan keselamatan yang ketat harus dipatuhi untuk menjamin keselamatan orang di lingkungan kerja. Peraturan keselamatan yang ketat harus dipatuhi oleh semua orang di tempat kerja, termasuk para pekerja, pengunjung, dan pengawas. Ini termasuk mematuhi undang-undang dan peraturan yang berlaku, menjaga keamanan dan kesehatan, menjaga lingkungan kerja yang aman, dan mematuhi kode etik yang berlaku. Para pekerja harus selalu mematuhi peraturan keselamatan yang berlaku. Ini termasuk berjalan dengan aman dan mematuhi prosedur keselamatan standar saat bekerja. Mereka juga harus menggunakan alat pelindung diri APD yang ditentukan dan mematuhi prosedur yang berlaku saat menggunakan mesin atau alat kerja. Pengunjung harus mematuhi prosedur keselamatan yang berlaku. Ini termasuk mematuhi peraturan berlalu lintas, menggunakan alat pelindung diri yang disediakan, dan menjaga kondisi lingkungan yang aman. Mereka juga harus mengikuti prosedur yang berlaku untuk melaporkan setiap kecelakaan atau masalah keamanan yang mungkin terjadi. Pengawas harus memastikan bahwa para pekerja, pengunjung, dan lingkungan kerja tetap aman. Mereka harus memonitor lingkungan kerja untuk menjamin bahwa peraturan keselamatan yang berlaku dipatuhi. Mereka juga harus melakukan inspeksi rutin untuk memastikan bahwa alat pelindung diri yang disediakan tetap layak pakai dan aman digunakan. Keamanan di tempat kerja harus menjadi prioritas utama dalam Tata Ruang Kerja Kantor. Semua orang di tempat kerja harus mematuhi peraturan keselamatan yang ketat agar terhindar dari kecelakaan atau cedera. Pengawas harus memonitor lingkungan kerja untuk memastikan bahwa peraturan keselamatan yang berlaku dipatuhi. Dengan demikian, semua orang di tempat kerja akan bekerja dengan aman. 2. Kesehatan dan kenyamanan Pekerja harus diberi kesempatan untuk bekerja secara nyaman dan aman. Kesehatan dan kenyamanan merupakan aspek penting dalam tata ruang kerja kantor. Asas ini menjamin bahwa pekerja harus diberi kesempatan untuk bekerja secara nyaman dan aman. Perusahaan harus menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, dan memastikan bahwa pekerja dilindungi dari bahaya yang mungkin terkait dengan pekerjaannya. Mempromosikan kesehatan dan kenyamanan di tempat kerja dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya. Perusahaan harus memastikan bahwa para pekerjanya yang bekerja di tempat yang sesuai dengan kesehatan dan kenyamanan. Hal ini dapat dilakukan dengan menyediakan tempat kerja yang dirancang dengan baik, dengan kenyamanan visual dan audio, dan dengan sistem pencahayaan, kelembaban, suhu, dan ventilasi yang tepat. Perusahaan juga harus menyediakan perlindungan bagi pekerjanya melalui alat pelindung diri APD atau alat pelindung pekerja PPE, seperti sarung tangan, celana pelindung, sepatu, kacamata, dan topi. APD/PPE harus disesuaikan dengan pekerjaan yang dilakukan dan harus selalu diganti atau diperbaharui sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku. Untuk menjamin kenyamanan dan kesehatan di tempat kerja, perusahaan harus memastikan bahwa tempat kerja dalam kondisi bersih dan aman. Ini termasuk memastikan bahwa tempat kerja, peralatan, dan perangkat lunak yang digunakan dalam pekerjaan dalam kondisi baik, bebas dari debu, bersih, dan dilengkapi dengan peralatan keselamatan. Perusahaan juga harus mengatur jam kerja yang fleksibel untuk memastikan bahwa pekerja dapat mencapai tingkat produktivitas yang tinggi tanpa mengorbankan kesehatan dan kenyamanan mereka. Selain itu, perusahaan harus memastikan bahwa pekerja diberi waktu yang cukup untuk istirahat dan makan siang. Perusahaan juga harus memastikan bahwa para pekerjanya mendapatkan pelatihan keselamatan yang cukup. Pelatihan ini harus diberikan secara teratur untuk memastikan bahwa para pekerja dapat melakukan pekerjaannya dengan aman dan efisien. Kesimpulannya, asas kesehatan dan kenyamanan adalah asas penting dalam tata ruang kerja kantor. Perusahaan harus memastikan bahwa para pekerjanya diberi kesempatan untuk bekerja dengan nyaman dan aman dengan menyediakan tempat kerja yang sehat dan aman, dengan alat pelindung diri yang tepat, dengan jam kerja yang fleksibel, dan dengan pelatihan keselamatan yang cukup. Dengan demikian, perusahaan dapat memastikan bahwa produktivitas para pekerjanya tetap tinggi dan biaya tetap rendah. 3. Pengaturan ruang kerja Ruang kerja harus dirancang dengan baik dan ergonomis agar pekerja dapat bekerja secara efisien. Pengaturan ruang kerja merupakan aspek utama dalam asas tata ruang kerja kantor. Dalam menata ruang kerja, perlu diperhatikan bagaimana ruang kerja itu dirancang agar dapat berfungsi secara efisien. Pemilihan perabot, penempatan peralatan kerja, dan pencahayaan ruang kerja, merupakan hal-hal yang harus diperhatikan dengan baik. Pemilihan perabot yang tepat dapat membantu pekerja meningkatkan produktivitas kerja. Perabot yang dapat membantu pekerja dalam menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan efisien, harus dipilih. Selain itu, ruang kerja harus dirancang dengan ergonomi yang baik. Ergonomi berhubungan dengan desain ruang kerja yang memungkinkan pekerja untuk bekerja dengan postur tubuh yang benar, dan meminimalkan risiko cedera. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih kursi yang nyaman, meja kerja yang memiliki tinggi yang sesuai dengan tinggi pekerja, dan juga dengan menempatkan perangkat kerja seperti monitor komputer, printer, dan telepon di tempat yang mudah diakses oleh pekerja. Pencahayaan juga merupakan aspek penting dalam menata ruang kerja. Cahaya yang kurang dapat menyebabkan pekerja mengalami kelelahan dan cepat lelah. Oleh karena itu, pencahayaan yang tepat harus dipilih. Maksudnya adalah pencahayaan yang cukup, namun tidak terlalu terang, sehingga pekerja dapat bekerja dengan nyaman. Kesimpulannya, pengaturan ruang kerja harus dilakukan dengan baik dan ergonomis agar pekerja dapat bekerja secara efisien. Dengan demikian, pekerja akan merasa nyaman dan produktivitas kerja mereka pun akan meningkat. Ini dapat dilakukan dengan memilih perabot yang tepat, pemilihan desain ruang kerja yang ergonomis, dan pencahayaan yang tepat. Dengan mengikuti asas asas tata ruang kerja kantor ini, maka produktivitas kerja dapat ditingkatkan, dan pekerja dapat bekerja dengan lebih nyaman. 4. Pencahayaan Pekerja harus memiliki cahaya yang memadai di tempat kerja mereka untuk membantu mereka melihat dengan jelas. Pencahayaan adalah salah satu aspek yang paling penting dalam asas tata ruang kerja kantor. Pencahayaan yang memadai sangat penting untuk memastikan bahwa pekerja dapat melihat dengan jelas apa yang mereka lakukan dan memastikan bahwa pekerja dapat bekerja dengan nyaman. Pencahayaan yang baik dapat meningkatkan kinerja, meningkatkan produktivitas, membantu mencegah kelelahan dan juga membantu pekerja lebih fokus dan terfokus pada tugas mereka. Pencahayaan yang buruk dapat membuat pekerja merasa lelah, kurang produktif dan meningkatkan risiko kesalahan yang dapat berakibat fatal. Pencahayaan yang baik adalah pencahayaan yang dapat ditemukan di tempat kerja, misalnya penerangan dari lampu, jendela, atau sumber cahaya lainnya. Cahaya yang memadai akan membantu pekerja melihat dengan jelas, mencegah kelelahan, dan meningkatkan produktivitas. Untuk mendapatkan cahaya yang memadai, jumlah cahaya yang dipasang harus sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Juga, cahaya yang dipasang harus berasal dari sumber yang menyebar secara merata. Selain itu, untuk menjaga kenyamanan visual, para pekerja harus dapat mengatur tingkat cahaya di tempat kerja mereka, misalnya dengan mengatur ketinggian lampu atau memasang jendela yang dapat dibuka dan ditutup. Pencahayaan yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi para pekerja. Pencahayaan yang terlalu terang atau terlalu redup dapat menyebabkan kelelahan mata, sakit kepala, dan peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa tingkat pencahayaan di tempat kerja cukup untuk memastikan pekerja dapat melihat dengan jelas. Kesimpulannya, pencahayaan merupakan salah satu aspek penting dalam asas tata ruang kerja kantor. Pencahayaan yang memadai sangat penting untuk memastikan bahwa pekerja dapat melihat dengan jelas apa yang mereka lakukan dan memastikan bahwa pekerja dapat bekerja dengan nyaman. Jumlah cahaya yang dipasang harus sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan dan sumber cahaya harus merata. Selain itu, para pekerja juga harus dapat mengatur tingkat pencahayaan di tempat kerja mereka. Dengan demikian, para pekerja dapat bekerja dengan nyaman dan produktif dengan cahaya yang memadai. 5. Kesegaran udara Pekerja harus mendapatkan udara yang bersih dan segar untuk menjaga kesehatan mereka. Kesegaran udara merupakan salah satu aspek penting dalam asas asas tata ruang kerja kantor. Udara yang bersih dan segar sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan pekerja. Tanpa udara yang bersih dan segar, karyawan kantor akan merasakan gangguan kesehatan yang berkepanjangan. Udara dalam ruang kerja yang bersih dan segar dapat membantu pekerja untuk menghindari penyakit yang dapat berasal dari polusi udara yang tidak baik. Penyakit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berpotensi berbahaya seperti asma, bronkitis, dan lainnya. Selain itu, udara yang segar dapat membantu menjaga konsentrasi dan produktivitas pekerja. Untuk memastikan pekerja mendapatkan udara yang bersih dan segar, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, pastikan ventilasi di ruang kerja cukup baik. Ventilasi yang baik dapat membantu mengganti udara yang kotor dengan udara yang segar. Pemilik kantor juga harus menerapkan pengaturan kualitas udara yang tepat. Kualitas udara yang tepat berarti suhu dan kelembaban dalam ruang kerja harus dikendalikan untuk memastikan karyawan tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Selain itu, pemilik kantor harus menyediakan alat-alat penyaring udara yang tepat. Alat-alat ini dapat membantu menyaring polutan dan partikel kotor dari udara yang masuk ke ruang kerja. Alat-alat ini juga dapat membantu meningkatkan kualitas udara yang ada di ruang kerja. Pemilik kantor juga harus menjadikan ruang kerja bebas asap rokok. Asap rokok dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, dan ini harus dihindari. Kadang-kadang, pemilik kantor juga harus memonitor udara di ruangan secara berkala untuk memastikan kualitas udara tetap baik. Kesimpulannya, udara yang bersih dan segar sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan pekerja. Oleh karena itu, pemilik kantor harus memastikan bahwa ruang kerja memiliki ventilasi yang baik, alat-alat penyaring udara yang tepat, dan menjaga ruang kerja agar bebas asap rokok. Pemilik kantor juga harus memonitor kualitas udara secara berkala untuk memastikan pekerja tetap mendapatkan udara yang bersih dan segar. 6. Suhu ruang kerja Suhu ruang kerja harus nyaman bagi para pekerja. Suhu ruang kerja adalah salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam perencanaan tata ruang kerja kantor. Suhu ruang kerja harus nyaman bagi para pekerja, karena bisa mempengaruhi produktivitas, komunikasi, dan rasa nyaman para pekerja. Suhu ruang kerja yang ideal adalah sekitar 24-25 derajat Celcius. Suhu ruang kerja yang terlalu dingin atau terlalu panas akan menyebabkan para pekerja menjadi tidak nyaman dan tidak produktif. Suhu ruang kerja yang terlalu dingin akan menyebabkan para pekerja merasa kedinginan dan mengurangi fokus dan konsentrasi mereka. Suhu ruang kerja yang terlalu panas akan menyebabkan para pekerja merasa panas, lelah, dan menurunkan produktivitas mereka. Ada beberapa cara untuk menjaga suhu ruang kerja tetap nyaman. Pertama, pastikan AC di ruang kerja berfungsi dengan baik. AC harus dikalibrasi secara berkala untuk memastikan bahwa suhu di ruang kerja selalu di bawah atau sekitar 24-25 derajat Celcius. Kedua, pastikan bahwa ruang kerja tidak terlalu banyak terkena sinar matahari. Biarkan cahaya matahari masuk dengan cara yang bijaksana. Gunakan jendela atau tirai untuk memblokir cahaya matahari yang terlalu terang. Ketiga, pastikan ruangan tidak terlalu banyak kelembapan. Lebih baik untuk menggunakan alat pengering udara atau AC untuk menghilangkan kelembapan. Keempat, pastikan bahwa ruangan tidak terlalu sempit atau terlalu penuh orang. Sebuah ruangan yang terlalu sempit atau terlalu penuh orang akan membuat suhu ruangan menjadi lebih panas. Jika mungkin, gunakan ruangan yang lebih luas atau metode pekerjaan OJT On the Job Training untuk mengurangi jumlah orang di ruangan. Kelima, pastikan bahwa AC tidak terlalu berisik. Suara AC yang terlalu keras akan mengganggu konsentrasi para pekerja dan menyebabkan para pekerja menjadi stres. Keenam, pastikan bahwa ruangan tidak terlalu banyak debu. Debu dapat menyempitkan saluran pernapasan dan mengakibatkan masalah kesehatan. Gunakan penyedot debu atau obeng listrik secara berkala untuk menyingkirkan debu di ruangan. Dengan mengikuti beberapa tips ini, Anda dapat memastikan bahwa suhu ruang kerja kantor tetap nyaman bagi para pekerja. Ini akan membantu para pekerja untuk bekerja lebih produktif dan mencapai hasil yang diinginkan. 7. Perabotan Perabotan yang berkualitas baik harus dipilih dan dipasang di ruang kerja untuk memastikan kenyamanan dan produktivitas para pekerja. Perabotan adalah salah satu aspek penting dalam asas-asas tata ruang kerja kantor. Perabotan berkualitas baik yang dipilih dan dipasang dengan benar harus difokuskan jika ingin memastikan kenyamanan dan produktivitas para pekerja. Pertama, ketika memilih perabotan, sebaiknya memilih perabotan yang memenuhi standar ergonomi dan keselamatan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pekerja mendapatkan tempat duduk yang nyaman dan keselamatan mereka terjamin. Kursi kerja harus mendukung gerakan tubuh yang alami, memiliki kontrol duduk yang baik, dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, meja kerja harus memiliki ketinggian yang dapat diatur dan memiliki permukaan yang luas untuk menampung banyak benda. Kedua, perabotan yang dipilih harus sesuai dengan jumlah pekerja yang akan menggunakannya. Hal ini sangat penting jika ingin memastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan meja, kursi, dan alat-alat lain yang cukup untuk melakukan pekerjaan mereka dengan nyaman. Ketiga, perabotan yang dipilih harus sesuai dengan tujuan kantor. Jika kantor bertujuan untuk mempromosikan lingkungan kerja yang modern, perabotan modern harus dipilih. Demikian pula, jika tujuan kantor adalah untuk menciptakan suasana yang klasik dan elegan, perabotan yang memiliki estetika klasik harus dipilih. Keempat, perabotan yang dipilih harus dipasang dengan benar. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pekerja dapat mencapai produktivitas dan kenyamanan maksimum. Setiap meja dan kursi harus diposisikan dengan benar agar pekerja dapat menggunakannya dengan mudah. Kelima, perabotan yang dipilih harus memiliki kualitas yang tinggi. Perabotan yang dipilih harus dirancang dengan baik, kuat, dan tahan lama. Dengan demikian, pekerja akan dapat menikmati kenyamanan dan produktivitas yang optimal. Keenam, perabotan yang dipilih harus memiliki desain yang cocok dengan tema ruang kerja. Perabotan yang dipilih harus mencerminkan identitas kantor dan menciptakan suasana yang tepat. Ketujuh, perabotan yang dipilih harus mencerminkan budaya kantor dan gaya kerja yang digunakan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pekerja dapat mencapai kenyamanan dan produktivitas yang maksimal. Kesimpulannya, memilih dan memasang perabotan yang berkualitas baik di ruang kerja kantor harus menjadi prioritas utama untuk memastikan kenyamanan dan produktivitas para pekerja. Dengan memilih perabotan yang memenuhi standar ergonomi dan keselamatan, sesuai dengan jumlah pekerja yang akan menggunakannya, sesuai dengan tujuan kantor, dan memiliki kualitas tinggi, desain yang sesuai dengan tema ruang kerja, dan mencerminkan budaya kantor, maka para pekerja akan mendapatkan kenyamanan dan produktivitas yang optimal.

tuliskan dan jelaskan tentang asas asas tata ruang kerja kantor